This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label kajian islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kajian islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

Fenomena Riba keZALIMan yang telah LAZIM

Fenomena Riba keZALIMan yang telah LAZIM
Bismillah
[ Riba adalah ke ZALIM an yang dibuat LAZIM saat ini ].
.
Apa yang pertama kali terbesit di benak anda ketika pertama kali membaca judul di atas?
KOK BISA ?
Pasti itu yg anda pikirkan
Sebuah kejahatan di anggap LAZIM?
Ya, entah sadar atau tidak Riba sudah menyebar bagaikan asap di tengah masyarakat qt. Banyak iming2 kemudahan yg mereka tawarkan agar anda terjerat riba. Mulai dari kredit motor dp murah. Asuransi kesehatan. Dan tak lupa pula. Mereka bangun perumahan dengan tag line "tanpa dp". Padahal masyaa allah tag line sebenarnya perumahan tersebut adalah " tanpa keberkahan "
Karena kemudahan itu lah yg menyebabkan masyarakat qt menganggap remeh dosa Riba. Padahal dosa paling ringan dari riba adalah "seperti" menyetubuhi ibu kandung nya sendri"
Itulah yg menyebabkan masyarakat qt mengganggap Lazim sebuah Riba
Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiallohu ‘anhu dia berkata :
Aku mendengar Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu
kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan
tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya;
jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan
itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Mari qt sama sama mulai selamatkan diri qt dan keluarga qt dari bahaya riba ini.
Sampaikan kepada teman teman dan keluarga anda
Saat ini telah hadir PALIMA GRAND CITY
" HUNIAN ISLAMI YANG BEBAS RIBA "
kiki emoticon
Harga mulai 200 juta an
Dan angsuran mulai dari 50 RIBU PER HARI
Apalagi yang anda tunggu?
Segera hubungi saya di 085960006007/580d4dbe
Untuk mendapatkan info selengkap lengkapnya tentang perumahan ini
Dan kunjungi kantor Penasaran kami di serang trade center blok L 03&05 untuk booking unit yg tinggal SEDIKIT
Hanya tinggal 10 Unit lagi
Siapa cepat dia dapat
.
.
.
.
.
.
Sebagai pengingat
Perumahan tanpa riba ini hanya satu di pusat kota serang.jangan sia siakan kesempatan ini
kiki emoticon

Kamis, 30 Juli 2015

5Golongan Manusia Yang Tidak Diterima Sholatnya

5Golongan Manusia Yang Tidak Diterima Sholatnya
5Golongan Manusia Yang Tidak Diterima Sholatnya

SHALAT merupakan kewajiban bagi seluruh umat Muslim yang sudah memasuki baligh. Di mana, jika shalat itu teringgalkan, maka dosa yang tiada tara itu sudah siap menunggu di akhirat kelak. Saking wajibnya, shalat ini masih diberi keringanan agar kita mampu melaksanakan shalat dalam keadaan apa pun dan di mana pun.
Ternyata, tidak semua shalat yang kita lakukan itu dapat diterima oleh Allah SWT. Ada pula shalat yang tidak diterima oleh-Nya. Orang-orang tersebut merupakan orang yang termasuk dalam kategori ini.
Anas bin Malik RA meriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda, “Lima (golongan manusia) tidak diterima shalatnya, yaitu:
1. Istri yang marah pada suaminya
2. Hamba yang lari dari majikannya,
3. Orang yang memboikot saudaranya lebih dari tiga hari, di mana ia tidak berkata-kata dengan saudaranya,
4. Orang yang terus menerus minum minuman keras,
5. Imam suatu kaum, di mana ia mengimami shalat mereka, sedangkan mereka benci kepadanya.”
Al-Faqih menerangkan bahwa kebencian kaum itu terdiri dari dua hal.Pertama, apabila mereka membenci imam karena kurang baik akhlaknya atau banyak salah di bacaan shalat, sedangkan di dalam jamaah itu ada orang yang lebih baik daripada imam itu, maka inilah yang dilarang untuk menjadi imam.
Kedua, yaitu apabila kebencian disebabkan karena imam itu menganjurkan untuk berbuat baik dan melarang dari perbuatan mungkar atau karena ada rasa dengki, kemudian mereka membencinya, sedangkan di dalam jamaah itu ada orang yang lebih baik daripada imam itu, maka kebencian yang semacam itu tidak bisa diterima, dan hendaknya ia tetap mengimami mereka dan janganlah kebencian itu ia pedulikan. []
sumber : islampos.com

Selasa, 28 Juli 2015

Kenapa Pandai MAslah Agama Tidak Menjamin Kesuksesan Seseorang

BISA UNTUK MENJADI RENUNGAN DIRIKU & DIRIMU...
Kenapa Pandai MAslah Agama Tidak Menjamin Kesuksesan Seseorang

Alhamdulillah sekarang kita dalam keadaan memeluk agama Islam. Ya, agama yang Allah cintai dan membawa kita pada keselamatan hidup di dunia dan di akhirat. Islam Allah perkenalkan melalui para Nabi dan Rasul-Nya. Dengan hadirnya Islam di dunia ini, setidaknya mampu memberikan nuansa baru bagi kehidupan dunia yang penuh dengan godaan, cobaan, rintangan bagi yang menyadarinya. Bagi yang tidak, mereka akan menganggap dunia adalah Surga, penuh nikmat, hidup bebas, dan tempat bersenang-senang.
Sebagai seorang yang beragama Islam, kita diwajibkan untuk mengerti perihal agama kita sendiri. Belajar agama mulai dari membaca alif, ba', ta', hingga mengerti tentang hikmah di balik ciptaan Allah di dunia ini. Selain itu, kita juga harus mengetahui tentang perintah-perintah-Nya serta larangan-larangan-Nya. Tentu dalam hal ini tidak bisa kita mengerti tanpa belajar terlebih dahulu.
Banyak diantara kita yang jago perihal agama. Bahkan sangat mahir jika diminta untuk menjawab berbagai persoalan yang terjadi di dunia ini. Mulai dari permasalahan yang sederhana hingga problematika yang kontemporer seperti halnya pacaran, dan sebagainya. Bahkan kebanyakan diantaranya adalah lulusan pondok pesantren, karena dalam lembaga pendidikan ini memang yang paling diprioritaskan adalah ilmu agamanya.
Namun apakah dengan berbekal ilmu agama yang mumpuni, selalu mampu menjawab setiap diberi persoalan, dan bacaan sehari-hari adalah kitab klasik para imam terdahulu menjadi seseorang itu meraih kesuksesan? Neraca kesuksesan yang saya perbincangkan saat ini adalah dalam hal dunia, karena jika diakhirat hanya Allah yang berhak untuk menimbang, menilai dan menentukannya.
Banyak diantaranya mereka yang dijuluki gudangnya ilmu agama oleh masyarakat, namun justru berada dalam hiruk pikuk perekonomian. Tidak sedikit mereka yang pintar agama, namun bahkan dalam hal makan saja masih 'mengemis' kepada orang lain. Hal ini bukan lantaran Allah memberikan cobaan kepada mereka, bukan pula Allah sedang mengujinya, namun marilah berpikir lebih rasional menggunakan akal sehat.
Saya punya teman dulu yang gak pinter-pinter amat soal agama, tapi sekarang ia sukses menjadi seorang polisi. Karena saya tahu dulu ia sering sholat dhuha di masjid ketika temen-temen kebanyakan sedang istirahat. Punya juga teman yang sekarang punya perusahaan yang menurut saya cukup besar, bergerak di sektor budidaya ikan. Dulu dia sering mengajak temen-temen sholat fardhu ketika kumandang adzan sudah terdengar, gak peduli guru di kelas atau tidak. Saya juga punya temen yang sekarang Allah mudahkan rezekinya mulai dari beasiswa, diundang di banyak event, sampai jadi orang terkenal di kampusnya. Karena ia sangat rajin bersedekah, bahkan setiap harinya.
Sedikit merenung, ternyata mereka yang Allah mudahkan dalam urusan dunia bukanlah mereka yang pintar agama, bukan pula mereka yang sering baca-baca buku agama, dan profesinya pun tak pula berkecimpung dalam hal agama. Melainkan mereka adalah yang taat terhadap agama, yang selalu menjalankan perintah agama, tanpa basa-basi, tanpa bertele-tele, tanpa debat sana-sini. Merekalah yang Allah mudahkan dalam urusan dunia.
Mungkin selama ini kita sibuk dengan agama kita sendiri. Meneliti mana yang sebenarnya dijadikan pegangan, mana yang dijadikan pedoman, bahkan banyak mencari literatur, bertanya kesana-kemari, bahkan tiada hari tanpa ilmu yang di dapat selain ilmu agama. Tapi, kita tak pernah mengamalkannya, kita hanya sibuk dengan ilmunya, kita tak pernah taat kepada-Nya secara utuh, hanya berusaha untuk mempelajari agama-Nya saja. Jika demikian, apa bedanya kita dengan mereka (orang asing) yang belajar agama kita, tapi akidahnya tetaplah kepada Tuhan selain-Nya.
(Luqman Abdurraman Shaleh/Mahasiswa S2 PAI di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wasathon.com).